Riset, Sportifitas, dan Semangat Madrasah : Cerita Seru di Balik JMC 2025
Jakarta (Humas MAN 13 Jakarta)–Suasana Aula MAN 4 Jakarta pagi hari, Sabtu (04/10/2025) terasa berbeda. Deretan booth berwarna-warni, spanduk bertuliskan “Expo JMC Riset Siswa dan Riset Guru 2025”, serta antusiasme peserta yang memenuhi ruangan, menandai dimulainya salah satu agenda paling inspiratif tahun ini. Acara tersebut resmi dibuka oleh Plt. Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Provinsi DKI Jakarta, H. Rofi, didampingi Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, Viola Cempaka, para Ketua Tim Kerja bidang Madrasah, sejumlah pimpinan madrasah negeri dari jenjang MIN, MTsN, hingga MAN se-DKI Jakarta.

Setelah prosesi pembukaan, tamu undangan diajak berkeliling mengunjungi booth riset yang menampilkan karya beragam tema, mulai dari Ekoteologi, SDGs (Sustainable Development Goals), hingga TDKBPN (Transformasi Digital Kebijakan Pendidikan Nasional). Setiap stan menampilkan semangat dan gagasan yang lahir dari dunia pendidikan madrasah yang terus berinovasi.

Salah satu momen menarik datang dari Fitriani, peserta JMC Riset Guru yang tampil percaya diri mempresentasikan hasil risetnya. Ia mengaku, “Persiapannya memang cukup panjang, tapi begitu melihat antusiasme pengunjung, semua lelah langsung terbayar. Rasanya bangga bisa mewakili guru madrasah yang terus belajar dan meneliti.” Komentarnya mencerminkan semangat baru guru madrasah sebagai peneliti dan inovator pembelajaran.

Selain kegiatan riset, semangat kompetisi juga terlihat di ajang JMC Olahraga, khususnya cabang Tenis Meja Tunggal Putra. Pertandingan berlangsung sengit hingga akhirnya Danish, wakil MAN 4 Jakarta, harus mengakui keunggulan lawannya dari MA An Nasyiyatul Ilmi. Meski kalah, sorak dukungan teman-teman sekelasnya membuat suasana tetap hangat dan penuh sportivitas.

Di tengah kunjungan ke booth riset, Viola Cempaka memberikan komentar inspiratif tentang kegiatan ini. Ia menuturkan, “JMC tahun 2025 bukan hanya ajang pamer hasil riset, tetapi wadah untuk menumbuhkan budaya ilmiah di kalangan guru dan siswa madrasah. Kami ingin madrasah menjadi tempat lahirnya ide-ide yang berdampak, bukan hanya untuk sekolah, tapi juga untuk masyarakat.” Ucapannya disambut tepuk tangan meriah dari peserta dan tamu undangan yang hadir.

Antusiasme juga datang dari pengunjung umum. Salah satu siswa pengunjung, Aisyah, mengaku kagum dengan hasil karya riset yang ditampilkan. “Ternyata riset itu gak seseram yang dibayangkan. Tadi aku lihat riset tentang SDGs yang keren banget, bisa buat inspirasi buat tugas akhirku nanti,” ujarnya dengan semangat. Seorang orang tua pengunjung, Ibu Rina, menambahkan, “Acara seperti ini bikin saya makin yakin, madrasah sekarang luar biasa. Anak-anaknya kreatif dan kritis banget.”

Dengan semangat riset, inovasi, dan kolaborasi yang begitu kuat, Expo JMC Riset 2025 menjadi bukti bahwa madrasah terus bergerak maju. Bukan hanya mencetak peserta didik yang religius, tapi juga cerdas, peduli lingkungan, dan siap menjawab tantangan zaman. Seperti yang disampaikan salah satu panitia di akhir acara, “Di JMC ini, riset bukan sekadar tugas, tapi bukti cinta pada ilmu dan kemajuan madrasah.”

