Sinar Kebajikan di Madrasah: Inspirasi Akhlak dan Cendekia
JAKARTA (Humas MAN 13 Jakarta)–Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Selatan, M. Yunus Hasyim, memberikan pembinaan dan motivasi kepada siswa/siswi Kelas 11 dan 12, hari ini Jumat (31/10/2025). Acara berlangsung khidmat di Masjid Bahrul Ulum, Lantai 1, dan dihadiri oleh Kasubag Tata Usaha Kemenag Kota Jakarta Selatan, pimpinan Madrasah, serta wali kelas dan seluruh peserta didik kelas 11 dan 12.
Dalam kesempatan tersebut, Yunus yang didampingi oleh Kasubag TU Kemenag Kota Jakarta Selatan, menunjukkan komitmen kuat terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan pembinaan karakter di lingkungan madrasah.

Materi pembinaan yang disampaikan Yunus menyentuh berbagai aspek krusial. Ia mengingatkan bahwa orang yang menuntut ilmu akan ditinggikan derajatnya, sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an Surat Al-Mujadillah ayat 11. Hal ini menjadi landasan motivasi bagi seluruh civitas akademika untuk terus bersemangat dalam mencari dan mengamalkan ilmu.

Lebih lanjut, Ia menambahkan bahwa anak madrasah di era modern ini tidak hanya harus unggul dalam materi agama, tetapi juga harus mampu menguasai ilmu sains. “Keseimbangan antara ilmu agama dan ilmu umum dianggap esensial untuk melahirkan generasi yang kompeten dan berdaya saing global, namun tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman, “tegasnya.
Ia secara khusus menyoroti empat hal yang diharamkan dalam dunia pendidikan. Pertama bullying (perundungan),kedua intoleransi, ketiga asusila, dan keempat tawuran. Penekanan ini menjadi peringatan keras agar lingkungan madrasah senantiasa menjadi tempat yang aman, nyaman, dan kondusif untuk proses belajar mengajar, jauh dari segala bentuk perilaku negatif yang merusak.

Di sesi akhir, Kepala Kantor Kankemenag Jakarta Selatan memberikan pesan moral yang mendalam. Ia menegaskan bahwa kepandaian tidak akan berarti jika tidak diimbangi dengan akhlakul karimah atau budi pekerti luhur. “Percuma jika pintar, kalau tidak memegang teguh akhlakul karimah,” ujarnya. Beliau juga mengajak hadirin untuk senantiasa mendoakan orang tua dan guru, serta menggarisbawahi pentingnya hormat kepada guru yang nilainya lebih tinggi dibandingkan ilmu yang didapat darinya.

Pembinaan ini diharapkan dapat menjadi penyemangat dan panduan bagi seluruh elemen di MAN 13 Jakarta Selatan untuk terus mencetak generasi penerus bangsa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga mulia dalam akhlak dan berkarakter Pancasila.(kh)

