Workshop SaGuSaBu : Antusiasme Guru MAN 13 Jakarta Selatan, Awal Aksi, Berkreasi, Hasilkan Karya

JAKARTA (Humas MAN 13 Jakarta)–Sabtu, 01/11/2025, dalam upaya mendorong budaya literasi dan meningkatkan produktivitas akademik para pendidik, MAN 13 Jakarta hari ini menggelar workshop Sagusabu (Satu Guru Satu Buku). Kegiatan yang bertema “Mewujudkan Guru Kreatif dan Produktif melalui Gerakan Literasi” bertempat di Ruang Multimedia MAN 13 Jakarta.
Workshop Sagusabu diikuti oleh 45 guru MAN 13 Jakarta dengan antusias. Acara ini menghadirkan narasumber yang kompeten dari dunia literasi pendidikan, yaitu Eko Prasetio dari Media Guru.

Tujuan utama dari workshop ini adalah membekali guru dengan keterampilan dan motivasi agar mampu menulis dan mengembangkan kreativitas mereka. Ia membawakan materi dengan gaya yang menarik dan segar, jauh dari kesan monoton. Ia juga menyajikan materi dengan banyak humor dan studi kasus praktis.
Salah satu fokus utama pada workshop itu adalah dengan menampilkan sejumlah kesalahan penulisan yang sering dilakukan guru dalam karya tulis ilmiah maupun komunikasi sehari-hari, seperti kesalahan dalam penggunaan tanda baca, diksi yang kurang tepat, hingga kekeliruan dalam penulisan referensi. Pendekatan ini bertujuan agar para guru dapat langsung mengidentifikasi dan tidak mengulangi kesalahan serupa saat memulai proyek penulisan buku. Ia menegaskan, bahwa menulis adalah cara agar ide dan pikiran abadi, tetapi harus didukung oleh kaidah bahasa yang benar dan berkualitas.

Salah satu guru peserta workshop, Silvi Anhar, menyampaikan kesan positifnya terhadap kegiatan ini.
“Materi yang disampaikan oleh narasumber sangat inspiratif dan praktis. Workshop Sagusabu ini membuka wawasan kami, bahwa menulis buku bukan lagi sekadar impian, tetapi sudah menjadi kebutuhan profesional. Kami diajarkan langkah-langkah konkret untuk mengorganisir ide menjadi karya tulis yang bermanfaat, sekaligus mengembangkan kreativitas dalam mengajar,” ujar Silvi salah satu guru geografi.

Kepala MAN 13 Jakarta Selatan, Yessy Anwar, menaruh harapan besar terhadap hasil dari workshop ini.
“Kami berharap, melalui gerakan literasi Sagusabu ini, seluruh guru MAN 13 tidak hanya menjadi pengajar yang baik, tetapi juga menjadi penulis yang produktif. Guru yang kreatif dan produktif adalah kunci utama terwujudnya madrasah yang unggul dan inovatif. Semoga ide-ide cemerlang Bapak dan Ibu guru, dapat diabadikan dalam bentuk buku, menjadi sumber ilmu yang bermanfaat, dan meningkatkan kualitas pembelajaran di madrasah kita,” tegasnya.
Kegiatan ini menegaskan komitmen MAN 13 Jakarta dalam mendukung peningkatan kompetensi profesional guru, menjadikan lingkungan madrasah sebagai pusat pengembangan literasi dan kreativitas.(em)
