Workshop Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta: Membangun Pendidikan Humanis di MAN 13 Jakarta Selatan
JAKARTA (Humas MAN 13 Jakarta)–MAN 13 Jakarta Selatan menyelenggarakan kegiatan Workshop Deep Learning (DL) dan Penguatan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang dilaksanakan pada 15–16 Desember 2025 di Sentul, Jawa Barat. Kegiatan ini diikuti oleh 75 Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) sebagai upaya peningkatan kompetensi pendidik dalam menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21 yang berorientasi pada teknologi dan nilai-nilai kemanusiaan.

Rombongan berangkat menggunakan dua bus besar dan dipimpin langsung oleh Kepala Madrasah MAN 13 Jakarta Selatan, Yessy Anwar. Kehadiran pimpinan madrasah dalam kegiatan ini menjadi bentuk dukungan penuh terhadap pengembangan profesionalisme guru serta penguatan karakter dalam proses pembelajaran di madrasah.

Workshop ini menghadirkan dua fokus utama, yakni Deep Learning (DL) sebagai pendekatan pembelajaran mendalam yang mendorong peserta didik berpikir kritis dan reflektif, serta Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang menekankan pendidikan dengan nilai empati, kasih sayang, dan hubungan manusiawi. Titiek S. Dewi, hadir sebagai narasumber KBC, menyampaikan materi yang inspiratif dan aplikatif bagi para pendidik. Disamping itu, kita juga latihan untuk membuat modul ajar yang mencakup kegiatan Adiwiyata di madrasah kami.

Dalam sambutannya, Yessy Anwar selaku Kepala Madradah menyampaikan pentingnya kegiatan ini bagi seluruh GTK. “Workshop ini sangat penting karena tidak hanya meningkatkan kompetensi akademik dan pedagogik, tetapi juga membangun budaya kerja dan pembelajaran yang dilandasi rasa cinta, kepedulian, dan kebersamaan. Dengan KBC, madrasah dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih bermakna dan berkarakter,” ujarnya.

Materi Kurikulum Berbasis Cinta mendapatkan respon yang sangat positif dari para peserta. Salah satunya disampaikan oleh Meiva Muthia, salah satu guru Bahasa Inggris MAN 13 Jakarta Selatan. “Workshop ini membuka wawasan kami bahwa mengajar tidak hanya soal menyampaikan materi, tetapi juga menghadirkan cinta, empati, dan ketulusan dalam setiap proses pembelajaran. KBC sangat relevan dengan kebutuhan peserta didik saat ini,” tuturnya.

Selain memperdalam pemahaman konsep, workshop ini juga diisi dengan diskusi interaktif, refleksi praktik pembelajaran, serta simulasi penerapan DL dan KBC di kelas. Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang dirancang untuk memperkuat kompetensi profesional dan kepribadian guru.

Melalui kegiatan ini, MAN 13 Jakarta Selatan berharap para GTK mampu mengimplementasikan hasil workshop dalam pembelajaran sehari-hari, sehingga tercipta pendidikan yang unggul secara akademik, berkarakter, serta berlandaskan nilai-nilai cinta dan kemanusiaan. Workshop ini menjadi langkah nyata madrasah dalam menyiapkan generasi yang cerdas, berakhlak, dan berempati. (ss)

