Naik Shinkansen Hingga Pidato di Forum Dunia, Ini Pengalaman Tak Terlupakan Guru MAN 13 di Jepang
Jakarta (Humas MAN 13 Jakarta Selatan)–Selasa (22/07/2025) berbagi pengalaman , Misna Sensei guru bahasa Jepang MAN 13 Jakarta Selatan, mendapat kesempatan sebagai perwakilan peserta untuk menyampaikan pidato di event shuryou shiki di forum Japanese Language Program for Teacher of the Japanese-Language 2025 di Japan Foundation Japanese-Language Institute Urawa di Jepang. Forum ini dihari oleh SATO GUNEI menjabat sebagai Executive Director The Japan Foundation Japanese -Language Institute dan Sensei tachi yang telah menjadi narasumber serta para peserta guru Bahasa Jepang tingkat internasional.
Guru Bahasa Jepang yang mengikuti program ini berjumlah 32 orang mewakili negara : Indonesia, Thailand, Filipina,Myanmar, Cuba, Aljazera, Chili, Maroko, India, Srilangka, Australia. Indonesia mendapat kesempatan terbanyak dengan jumlah peserta sebanyak 18 orang guru bahasa Jepang tingkat MA, SMA, SMK melalui seleksi panjang, mulai dari pendaftaran, seleksi berkas, seleksi essay dan tes kemampuan bahasa Jepang, serta seleksi kesehatan.

Pada moment ini, Misna sensei menyampaikan ucapan terima kasih kepada pimpinan Japan foundation center yang telah memfasilitasi semua rangkaian kegiatan teacher training program ini. Ucapan terimakasih juga kepada sensei tachi sebagai pengajar serta narasumber yang ahli di bidangnya. Selain ucapan terima kasih Misna sensei juga menyampaikan kesan-kesan selama mengikuti pelatihan ini, dimana kami merasakan adanya peningkatan kompetensi guru bahasa Jepang sangat membuka mata kami sebagai guru bahasa Jepang dalam berbagai hal: baik pembelajaran bahasa Jepang, metode pengajaran bahasa Jepang, Budaya, kehidupan masyarakat Jepang sehari-hari, program Homestay di keluarga, kunjungan ke sekolah Jepang Ogawa gakkou, workshop shoudo, washitsu, workshop furoshiki, workshop yukata, workshop furin, workshop kinpaku, workshop wagashi, nihon no tabemono serta pagelaran shamisen, Urawa Expo.

Kunjungan ke musium Origami serta explore kota Tokyou, selain itu kami juga di ajak ke kota kanazawa dengan kereta cepat jepang (shinkansen). Kota kanaza yang penuh dengan sejarah dimana kami mengunjungi istana kanazawa yang merupakan pusat kerajaan jepang dulunya.

Rombongan juga diterima oleh pemerintah Kanazawa setempat diberi kempatan untuk bekerja sama dalam memajukan bahasa jepang.Banyak hal yang perlu kita gali, pelajari, dan terapkan di Indonesia dari negara Jepang, berharap negara kita kelak akan menjadi negara maju seperti Jepang, ujar Misna sensei.

Tak terasa waktu begitu cepat berlalu. Rombongan telah mengikuti pelatihan ini selama 7 minggu, tibalah saatnya untuk kembali ke negara masing-masing untuk menerapkan ilmu yang didapat, serta mengembangkan pembelajaran bahasa Jepang yang menarik dan menyenangkan, serta sharing pengalaman yang didapat dengan guru lainnya. Hal yang tak kalah penting kedepan bisa menjalin kerjasama dengan pemerintah Ishikawaken prefektur Kanazawa membawa siswa untuk belajar bahasa Jepang di Jepang dan bekerja di Jepang.(ms)

