Menyelami Warisan Perdamain: Gus Dur dan Ikeda ‘Hidup Kembali’ dalam Dialog Lintas Zaman di UI
Jakarta (Humas MAN 13 Jakarta)– Sebuah pameran istimewa yang mengusung tema dialog peradaban antara dua tokoh besar, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Daisaku Ikeda, akan diselenggarakan di Kampus Universitas Indonesia (UI), Depok. Acara ini dijadwalkan pada hari Senin, 21 Oktober 2025, mulai pukul 12.00-15.00 WIB, dan diharapkan menjadi platform penting untuk menumbuhkan pemahaman lintas budaya dan nilai-nilai kemanusiaan universal.
Pameran ini merupakan hasil kolaborasi apik antara Jaringan Gusdurian dan Soka Gakkai Indonesia, dua organisasi yang memiliki komitmen kuat dalam mempromosikan perdamaian, toleransi, dan dialog antarumat manusia. Kemitraan strategis ini bertujuan untuk menginspirasi generasi muda agar memahami dan mengimplementasikan gagasan-gagasan visioner dari Gus Dur dan Daisaku Ikeda dalam kehidupan sehari-hari.

Kampus UI dipilih sebagai lokasi pameran mengingat perannya sebagai pusat pendidikan dan intelektual yang selalu terbuka terhadap gagasan-gagasan progresif. Diharapkan, lingkungan akademik yang kondusif akan semakin memperkaya diskusi dan refleksi yang muncul dari pameran ini, menjadikannya lebih dari sekadar tontonan visual, melainkan juga wadah pembelajaran yang mendalam.
Sekitar 100 siswa dari berbagai sekolah di Jakarta dipastikan akan menghadiri pameran ini, menunjukkan antusiasme generasi muda terhadap isu-isu dialog peradaban. Salah satu sekolah yang turut serta adalah MAN 13 Jakarta, yang mengirimkan perwakilan siswanya untuk terlibat langsung dalam pengalaman edukatif ini. Kehadiran mereka menjadi indikator positif bahwa semangat toleransi dan pemahaman lintas iman terus tumbuh di kalangan pelajar.

Para siswa tidak datang sendiri, mereka didampingi oleh guru-guru pendamping yang berdedikasi. Nama-nama seperti Syarif Hidayatullah, Yasir Amri, dan Ahmad Zuhair Isnaini tercatat sebagai pendamping yang akan membimbing para siswa dalam menafsirkan dan meresapi makna di balik setiap materi pameran, serta mendorong mereka untuk mengajukan pertanyaan dan berdiskusi.
Melalui pameran ini, pengunjung akan diajak menyelami pemikiran Gus Dur tentang pluralisme, demokrasi, dan Islam rahmatan lil alamin, serta gagasan Daisaku Ikeda mengenai perdamaian, non-kekerasan, dan revolusi kemanusiaan. Materi pameran akan menampilkan kutipan-kutipan inspiratif, foto-foto bersejarah, serta narasi yang menjelaskan relevansi pemikiran kedua tokoh di era kontemporer.

Jaringan Gusdurian dan Soka Gakkai Indonesia berharap pameran ini tidak hanya menjadi ajang pengenalan, tetapi juga pemicu bagi diskusi berkelanjutan tentang bagaimana nilai-nilai luhur Gus Dur dan Daisaku Ikeda dapat terus diaktualisasikan dalam konteks global yang semakin kompleks, demi terciptanya dunia yang lebih damai dan harmonis.(kh)

