Dari Limbah Buah hingga Analisis Novel, Tiga Riset MAN 13 Jakarta Sabet Emas di IIIEX (Indonesia International Invention EXpo) 2025
Jakarta (Humas MAN 13 Jakarta)–Siswa-siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 13 Jakarta kembali menorehkan prestasi gemilang di panggung riset internasional. Tidak tanggung-tanggung, tiga tim riset dari madrasah tersebut berhasil memborong tiga medali emas (Gold Medals) dalam kompetisi bergengsi Indonesia International Invention Expo (IIIEX). Ajang yang diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA) ini menjadi bukti bahwa inovasi para peneliti muda Indonesia mampu bersaing secara global.
Keberhasilan ini diraih oleh tiga tim yang berlaga di kategori berbeda, menunjukkan spektrum keilmuan yang luas di kalangan siswa MAN 13 Jakarta. Satu medali emas dipersembahkan oleh tim dari kategori Biotechnology, sementara dua medali emas lainnya diraih oleh tim dari kategori Social Science dan Life Science. Prestasi ini mengukuhkan posisi MAN 13 Jakarta sebagai salah satu madrasah unggulan yang konsisten melahirkan peneliti-peneliti berbakat.
Tidak hanya berhenti pada medali emas, prestasi MAN 13 Jakarta semakin lengkap dengan diraihnya penghargaan khusus. Tim dari kategori Life Science mendapatkan IYSA Semi Special Award, sebuah pengakuan istimewa atas kualitas riset mereka. Penghargaan ini memberikan mereka hak untuk mengikuti kompetisi World Invention Competition and Exhibition (WICE) di Malaysia secara online tanpa biaya registrasi, membuka peluang lebih besar untuk berkompetisi di tingkat dunia.
Tim dari kategori Biotechnology sukses memukau juri dengan riset berjudul “Acetobacter Xylinum Fermentation: Transformation of Fruit Peel Waste to Produce the Treasure of Nata”. Penelitian ini berfokus pada transformasi limbah kulit buah menjadi produk Nata yang bernilai ekonomis dan ramah lingkungan. Tim ini diketuai oleh Rianti Quin Mukhlisin (XI-1) dengan anggota Aqueena Ardelia (XI-1), Nafisatul Jannah (XI-1), dan Najla Aqmarina Wardoyo (XI-5).
Di kategori Social Science, tim MAN 13 Jakarta mengangkat judul yang unik dan mendalam, yaitu “Between The Swords and The Reality: Samayou Yaiba by Keigo Higashino as Reflection of Indonesian Cases”. Riset ini menganalisis novel populer Jepang karya Keigo Higashino sebagai cerminan untuk memahami kasus-kasus sosial dan hukum yang terjadi di Indonesia. Tim solid ini dipimpin oleh Adhylia Hanan Nafisyah (XII-2) bersama Abdina Siti Tsaniyah (XII-9), Hamila Dzakiya (XII-8), dan Siti Hanifa Kartika (XII-2).

Sementara itu, tim dari kategori Life Science yang juga meraih penghargaan spesial, mempersembahkan inovasi “BIOKAPA: Biodegradable Bottle Innovation from Young Coconut Fiber and Cassava Starch with Natural Resin Coating”. Fathia Navila (XII-5) selaku ketua tim, bersama anggotanya Carissa Pricilla Suganda (XII-5), Shofwah Khoyrunnisa (XII-5), dan M. Zaky Taqiyyuddin (XII-5), berhasil menciptakan alternatif botol plastik yang dapat terurai secara alami. “Kami sangat senang dan bersyukur. Proses riset BIOKAPA ini menantang, terutama dalam menemukan komposisi yang pas.Kemenangan ini membuktikan bahwa ide sederhana untuk mengatasi masalah sampah plastik bisa dihargai di tingkat internasional,” ujar Hamila, mewakili timnya.
Salah satu pembimbing riset MAN 13 Jakarta , Sayyid Furqon mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian anak didiknya. “Prestasi ini adalah buah dari kerja keras, rasa ingin tahu yang tinggi, dan ketekunan para siswa. Mereka tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi berani mengaplikasikannya untuk mencari solusi atas masalah nyata. Kami di madrasah akan terus mendukung penuh setiap potensi siswa untuk berinovasi. Semoga keberhasilan ini menjadi pemantik semangat bagi siswa-siswi lainnya untuk berkarya,” tuturnya.(kh)

