GEGER: MAN 13 Jakarta Pecahkan Rekor, Juara 3 Robot Inovasi MRC 2025 Nasional
JAKARTA (Humas MAN 13 Jakarta)–Mengawali di bulan November , tepatnya Sabtu, (1/11/2025), Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 13 Jakarta kembali mengukir tinta emas di ajang bergengsi Madrasah Robotic Competition (MRC) 2025. Dalam kompetisi tingkat nasional yang diselenggarakan oleh KSKK RI di Cibubur, tim perwakilan MAN 13 Jakarta, ananda Gema dan Radit, berhasil meraih Juara 3 pada kategori Robot Inovasi. Prestasi ini semakin mengharumkan nama madrasah, menegaskan posisi MAN 13 Jakarta, sebagai salah satu madrasah unggulan dalam pengembangan sains dan teknologi.
Perjalanan Gema dan Radit menuju podium juara bukanlah hal yang mudah. Proses seleksi dimulai dengan 175 tim dari seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, hanya 25 tim terbaik yang lolos ke tahap berikutnya pada tanggal 23 Oktober 2025. Kemudian, 25 tim tersebut kembali diseleksi ketat untuk memperebutkan 10 tiket grand finalis Robot Inovasi. Dengan penuh perjuangan dan inovasi, Gema dan Radit berhasil menembus 10 besar, menjadi satu-satunya perwakilan tingkat Madrasah Aliyah se-DKI Jakarta yang melaju ke babak grand final.

Acara MRC 2025 dibuka secara resmi oleh Menteri Agama pada Sabtu pagi pukul 10.30 WIB, dengan dihadiri oleh para eselon I Kementerian Agama, kepala kantor wilayah, dan Kabid Penmad DKI Jakarta yang turut memberikan semangat kepada kontingen dari DKI. Suasana kompetisi dipenuhi dengan antusiasme dan inovasi dari seluruh peserta. Dukungan penuh dari Pimpinan MAN 13 Jakarta, Yessy Anwar, serta bimbingan tak kenal lelah dari Mudzakir, yang mendampingi Gema dan Radit dari awal seleksi hingga akhir kompetisi, menjadi pilar utama keberhasilan ini.
Kemenangan ini tak lepas dari robot inovasi yang mereka ciptakan. Robot mereka yang diberi nama ‘Tubaretech’ memiliki kemampuan untuk mendeteksi kelembaban tanah dan mengoptimalkan hasil panen umbi-umbian serta pengendalian hama. Sensor pada robot ini secara otomatis akan memberikan informasi melalui aplikasi web Tuberatech. Inovasi dan presentasi yang lugas berhasil memukau dewan juri, membawa mereka meraih posisi ketiga.

Yessy Anwar, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang setinggi-tingginya. “Keberhasilan Gema dan Radit adalah cerminan dari semangat belajar, kerja keras, dan dukungan dari seluruh keluarga besar MAN 13. Prestasi ini bukan hanya milik mereka, tapi juga kebanggaan madrasah dan bukti nyata potensi anak-anak bangsa,” ujar Yessy. Ia juga mengucapkan terima kasih khusus kepada Mudzakir atas dedikasi dan bimbingannya.
Malam puncak penutupan MRC 2025 diselenggarakan dengan meriah, ditutup oleh Wakil Menteri Agama. Acara semakin semarak dengan penampilan spesial dari guest star Raim Laode yang menyanyikan beberapa lagu, menambah suasana kebersamaan dan kegembiraan di antara para peserta dan tamu undangan. Momen ini menjadi penutup manis bagi perjuangan para inovator muda madrasah.

Prestasi Gema dan Radit diharapkan menjadi inspirasi bagi siswa-siswi MAN 13 Jakarta dan madrasah lainnya untuk terus berinovasi dan berani berkompetisi di kancah nasional maupun internasional. Madrasah berkomitmen penuh untuk terus memfasilitasi dan mendukung pengembangan potensi peserta didik di berbagai bidang, mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga kompeten dalam sains dan teknologi.(kh)

