Safar Ilmu ke Jantung Inovasi: MAN 13 Jakarta Sambut Pemimpin Madrasah Keterampilan Indonesia
Jakarta (Humas MAN 13 Jakarta)– Kamis (21/8/2025), pukul 14 30 WIB, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 13 Jakarta Selatan menerima kunjungan istimewa dari rombongan Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (KKMA) Plus Keterampilan se-Indonesia. Sebanyak 45 Kepala Madrasah dari berbagai penjuru tanah air hadir dalam kegiatan studi banding ini untuk melihat secara langsung implementasi program vokasi unggulan yang menjadi ciri khas MAN 13 Jakarta. Kunjungan ini bertujuan untuk saling berbagi praktik baik (best practices) dan memperkuat jejaring madrasah vokasi di bawah naungan Kementerian Agama.

Acara penyambutan berlangsung dengan hangat di aula utama MAN 13 Jakarta. Rombongan disambut langsung oleh Kepala MAN 13 Jakarta, Yessy Anwar, beserta jajaran guru dan staf. Suasana semakin khidmat dengan adanya sambutan dari berbagai pihak.

Kesempatan pertama diberikan kepada tuan rumah, yang dilanjutkan oleh sambutan dari Ketua KKMA Plus Keterampilan, Moh. Ali Wafa. Puncak acara pembukaan diisi dengan arahan strategis dari Kasubdit Vokasi dan Inklusi pada Direktorat KSKK Kementerian Agama RI, yang menekankan pentingnya inovasi dalam pendidikan keterampilan.

Dalam arahannya, Kasubdit Vokasi dan Inklusi Kemenag RI menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif KKMA Plus Keterampilan untuk terus belajar dan berkolaborasi. Beliau menegaskan bahwa madrasah harus mampu menjawab tantangan zaman dengan melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam imtak (iman dan takwa), tetapi juga cakap dalam iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi) serta memiliki keterampilan kerja yang relevan. Kunjungan seperti ini diharapkan dapat menjadi pemantik semangat bagi madrasah lain untuk mengembangkan program vokasi yang lebih berdaya saing.

Setelah sesi seremoni, agenda utama dilanjutkan dengan kunjungan langsung ke pusat-pusat kegiatan praktik siswa. Rombongan dibagi menjadi beberapa kelompok untuk meninjau secara mendalam Ruang Praktik Tata Boga dan Tata Busana. Para kepala madrasah tampak antusias mengamati fasilitas, berinteraksi dengan para siswa yang sedang praktik, serta berdiskusi dengan guru pembimbing mengenai kurikulum dan metode pengajaran yang diterapkan di MAN 13 Jakarta.

Kepala MAN 13 Jakarta Selatan, Yessy Anwar, menyatakan rasa bangga dan syukurnya atas kepercayaan yang diberikan. “Kami merasa sangat terhormat menjadi tuan rumah bagi para pemimpin madrasah hebat dari seluruh Indonesia. Ini bukan sekadar kunjungan, tetapi sebuah forum silaturahmi dan pertukaran ilmu yang sangat berharga. Kami membuka pintu selebar-lebarnya untuk berbagi apa yang telah kami kembangkan, dan kami pun siap belajar dari pengalaman para tamu,” ujarnya.

Salah satu peserta rombongan, Rika Kepala MA Plus Keterampilan dari Sumatra Barat, memberikan komentarnya. “Luar biasa. Kami sangat terkesan dengan manajemen program keterampilan di MAN 13, terutama di Tata Boga dan Tata Busana. Fasilitasnya lengkap dan karya-karya siswanya sudah setara dengan produk industri. Ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk mengadopsi dan mengadaptasi beberapa program unggulan di sini untuk diterapkan di madrasah kami,” ungkapnya dengan penuh semangat.

Kunjungan ini diakhiri dengan sesi diskusi dan ramah tamah. Diharapkan, kegiatan ini tidak berhenti sebagai acara seremonial, melainkan menjadi awal dari kolaborasi yang lebih erat antar MA Plus Keterampilan di seluruh Indonesia. Dengan sinergi yang kuat, madrasah vokasi diyakini mampu mencetak generasi muda yang mandiri, kreatif, dan siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa.(kh)

