Dialog Sunyi di Selasa Pagi: Menilik Kedalaman Diri Melalui Program Literasi “Surat untuk Diri Sendiri

Jakarta (Humas MAN 13 Jakarta)—Selasa (20/01/2026), MAN 13 Jakarta, kembali meneguhkan komitmennya dalam penguatan karakter peserta didik melalui program literasi rutin yang dilaksanakan setiap hari Selasa. Pada kesempatan kali ini, madrasah mengusung tema yang sarat akan makna dan refleksi, yakni “Surat untuk Diri Sendiri”.

Kegiatan yang berlangsung secara serentak di seluruh kelas ini dipandu langsung oleh wali kelas masing-masing. Kegiatan ini bukan hanya berfokus pada literasi baca-tulis konvensional, melainkan tema kali ini dirancang untuk mengajak para siswa berdialog dengan batin mereka, menuangkan harapan, serta mengevaluasi perjalanan spiritual dan akademik yang telah dilalui.

Peran wali kelas menjadi sangat penting dalam menciptakan suasana kontemplatif di dalam kelas. Tuti, Wali Kelas XII-7, memandang kegiatan ini sebagai hal penting, terutama bagi siswa kelas akhir yang tengah menghadapi masa transisi.
“Bagi siswa kelas akhir, menulis surat untuk diri sendiri adalah sarana pengingat akan tujuan besar mereka. Saat mereka merasa lelah di kemudian hari, tulisan ini akan menjadi energi untuk bangkit kembali,” ungkap Tuti.

Senada dengan hal tersebut, Khusnul Khotimah, Wali Kelas XI 5, menyoroti bagaimana kegiatan ini mampu menata pola pikir siswa menjadi lebih terstruktur.
“Ini adalah upaya untuk menanamkan literasi emosional. Siswa belajar untuk mengenali diri, meredam kecemasan, dan merencanakan masa depan dengan bahasa yang lebih tertata,” Khusnul.

Antusiasme juga terpancar dari para peserta didik di berbagai tingkatan. Bagi siswa baru, kegiatan ini menjadi ajang untuk menetapkan fondasi perjuangan mereka. Bagus Umar Shidiq, siswa kelas X-6, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberinya ruang untuk berkomitmen pada diri sendiri.
“Sebagai siswa kelas sepuluh, kegiatan ini sangat berkesan karena membantu saya memetakan keinginan saya selama tiga tahun ke depan di MAN 13 Jakarta. Menulis surat ini terasa seperti membuat janji dengan diri sendiri yang harus saya tepati di masa depan,” ujar Bagus dengan sungguh-sungguh.

Sementara itu, Al Rasyid, siswa kelas XI-7, merasa bahwa aktivitas menulis ini memberinya ketenangan emosional. “Menulis surat ini seperti berbicara dengan sahabat dekat. Ini membuat saya lebih tenang dan semakin termotivasi untuk mencapai target-target yang sudah saya tuliskan tadi,” tambah Al Rasyid.

Program literasi “Surat untuk Diri Sendiri” ini diharapkan tidak hanya berhenti pada selembar kertas, melainkan menjadi pijakan bagi siswa untuk terus melatih kemampuan reflektif dan keterampilan berbahasa mereka. Pihak madrasah percaya bahwa kemahiran literasi yang dimulai dari pengenalan diri akan melahirkan individu yang lebih bijaksana dalam berpikir dan bertindak.

Melalui langkah kecil di setiap Selasa pagi, MAN 13 Jakarta terus berikhtiar mencetak generasi literatur yang tidak hanya cerdas intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual.(em)
