Pionering Pramuka Hingga Lantunan Quran: Pagi Produktif di MAN 13 Jakarta
Jakarta (Humas MAN 13 Jakarta Selatan)–Mentari pagi di MAN 13 Jakarta menjadi saksi bisu semangat para siswa yang memulai hari dengan serangkaian kegiatan pembiasaan yang kaya makna. Jauh sebelum bel pelajaran pertama berbunyi, seluruh civitas akademika telah aktif dalam beragam aktivitas yang dirancang untuk mengasah keterampilan, memperdalam spiritualitas, dan menanamkan nilai-nilai luhur, tersebar di berbagai sudut strategis sekolah.
Di lapangan merah yang luas, derap langkah dan suara instruksi terdengar dari barisan siswa kelas XI yang mengikuti kegiatan Pramuka. Pagi itu, fokus materi adalah pionering, di mana para siswa dengan antusias belajar tentang berbagai teknik tali-temali, membuat simpul, hingga membangun struktur sederhana dari tongkat. Kegiatan ini tidak hanya mengasah keterampilan praktis dan ketahanan fisik, tetapi juga secara efektif menumbuhkan jiwa kepemimpinan, kerjasama tim, dan kemandirian dalam menghadapi tantangan.

Berbeda suasana, di ruang multimedia sekolah, keheningan dan kekhidmatan menyelimuti sesi Tasmi Al-Quran. Beberapa siswa terpilih yang memiliki hafalan Quran secara bergiliran memperdengarkan lantunan ayat suci di hadapan guru pembimbing dan rekan-rekan mereka. Momen ini menjadi sarana penting untuk menguji, menjaga, dan meningkatkan kualitas hafalan, sekaligus menumbuhkan kecintaan mendalam terhadap Al-Quran dan melatih mental untuk tampil percaya diri.
Sementara itu, masjid sekolah di lantai satu dipenuhi oleh siswa kelas X yang memulai hari dengan kegiatan tadarus Al-Quran bersama, dilanjutkan dengan pelaksanaan shalat Dhuha berjamaah. Suara merdu lantunan ayat suci yang menggema menciptakan atmosfer religius yang menenangkan jiwa. Kegiatan ini menjadi fondasi spiritual bagi siswa, membiasakan mereka dengan amalan sunnah, dan mengharapkan keberkahan dalam menuntut ilmu.

Puncak dari kegiatan pembiasaan bagi kelas X di masjid adalah sesi nasehat guru yang disampaikan oleh Indah Rahmila. Dengan penuh kehangatan dan wawasan, beliau membawakan tema “Nilai Diri” (Self-Worth). Indah Rahmila menekankan pentingnya mengenali potensi diri, menghargai keunikan masing-masing individu, dan membangun rasa percaya diri yang positif sebagai bekal menghadapi masa depan. Para siswa tampak menyimak dengan saksama, meresapi setiap pesan yang disampaikan.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Suro Heryawati menyatakan, bahwa rangkaian pembiasaan pagi ini merupakan komitmen sekolah dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia dan memiliki mental yang tangguh. “Kami ingin setiap siswa memulai harinya dengan kegiatan yang positif dan membangun, termasuk mendapatkan pencerahan seperti yang disampaikan Ibu Indah Rahmila mengenai nilai diri, yang sangat krusial bagi perkembangan mereka,” tuturnya.

Rangkaian kegiatan pembiasaan pagi di MAN 13 ini, mulai dari ketangkasan Pramuka, kekhusyukan Tasmi, hingga kedalaman spiritual tadarus, Dhuha, dan nasehat tentang nilai diri, menjadi bukti nyata upaya sekolah dalam membentuk karakter siswa secara komprehensif. Energi positif dan nilai-nilai yang ditanamkan setiap pagi akan terus membekas dan menjadi panduan bagi siswa dalam setiap langkah kehidupan mereka.(kh)

