Tingkatkan Kompetensi Linguistik: MAN 13 Jakarta Selenggarakan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI)
Jakarta (Humas MAN 13 J akarta)–Dalam komitmennya untuk mengukur dan meningkatkan kemahiran berbahasa Indonesia, MAN 13 Jakarta hari ini sukses menyelenggarakan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI). Kegiatan penting ini dilaksanakan pada Selasa (28/10/2025), bertempat di lingkungan MAN 13 Jakarta, Ruang Multimedia.
UKBI ini terselenggara berkat kerja sama strategis dengan Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Kolaborasi ini memastikan bahwa standar pengujian sesuai dengan kaidah kebahasaan nasional.

Sebanyak 50 peserta didik kelas XI mengikuti seluruh rangkaian uji dengan antusias. UKBI merupakan sarana standar untuk mengukur kemampuan seseorang dalam menggunakan bahasa Indonesia, baik lisan maupun tulis, serta menguji pemahaman mereka terhadap kaidah kebahasaan.
Materi uji dibagi menjadi tiga sesi utama yang dirancang untuk menguji aspek kemahiran berbahasa secara komprehensif:
Sesi I: Mendengarkan (Menguji pemahaman lisan)
Sesi II: Merespons Kaidah (Menguji pemahaman tata bahasa dan ejaan)
Sesi III: Membaca (Menguji pemahaman teks tertulis)

Tuti, selaku penanggung jawab kegiatan ini, dan juga merupakan salah satu guru Bahasa Indonesia, menyatakan bahwa UKBI ini adalah bagian integral dari upaya madrasah untuk meningkatkan literasi dan kualitas berbahasa siswa. “Penguasaan bahasa Indonesia yang baik adalah fondasi penting dalam pendidikan. Dengan mengikuti UKBI, siswa kami dapat mengetahui tingkat kemahiran mereka dan terpacu untuk terus mengasah kemampuan berbahasa,” ujarnya.
Antusiasme dan fokus terlihat jelas dari para peserta selama mengikuti seluruh sesi uji. Satria Habib, siswa kelas XI-1, menyampaikan kesannya mengenai pelaksanaan UKBI.

“Ujiannya cukup menantang, terutama di sesi Merespons Kaidah yang menguji ketelitian kami dalam tata bahasa. Tapi, ini sangat bermanfaat karena kami jadi tahu sejauh mana kemampuan berbahasa Indonesia kami. Saya jadi termotivasi untuk belajar lebih dalam lagi, karena kemahiran berbahasa itu penting untuk masa depan,” ucap Satria.
Diharapkan, hasil dari UKBI ini akan memberikan peta komprehensif mengenai kompetensi berbahasa siswa, yang selanjutnya dapat digunakan sebagai landasan untuk menyusun program pembinaan bahasa dan sastra yang lebih terarah di MAN 13 Jakarta. (em)
